<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Esok dari Hari Ini</title>
	<atom:link href="http://ridaefrianie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ridaefrianie.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Nov 2011 09:45:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ridaefrianie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Esok dari Hari Ini</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ridaefrianie.wordpress.com/osd.xml" title="Esok dari Hari Ini" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ridaefrianie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kantor Arsip Provinsi Jambi, Gudangnya Berkas Seluruh SKPD</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2011/11/29/kantor-arsip-provinsi-jambi-gudangnya-berkas-seluruh-skpd/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2011/11/29/kantor-arsip-provinsi-jambi-gudangnya-berkas-seluruh-skpd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 09:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Diantar Pakai Karung, Kadang Dapat Sandal Jepit Sekilas sepele, namun penyimpanan arsip sangat penting. Provisi Jambi sendiri memiliki Kantor Arsip, untuk keperluan-keperluan penyimpanan arsip. Seperti apa? RIDA EFRIANI, Telanaipura Letaknya yang berada di belakang kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Kecamatan Telanaipura. Berada di lantai dua kantor Badan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=44&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ridaefrianie.files.wordpress.com/2011/11/rey-boks-1.jpg"><img src="http://ridaefrianie.files.wordpress.com/2011/11/rey-boks-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="rey-boks (1)" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-45" /></a>Diantar Pakai Karung, Kadang Dapat Sandal Jepit</p>
<p>Sekilas sepele, namun penyimpanan arsip sangat penting. Provisi Jambi sendiri memiliki Kantor Arsip, untuk keperluan-keperluan penyimpanan arsip. Seperti apa?</p>
<p>RIDA EFRIANI, Telanaipura</p>
<p>Letaknya yang berada di belakang kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Kecamatan Telanaipura. Berada di lantai dua kantor Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD), membuat kantor arsip ini nyaris tak terlihat.<br />
Saya  mendatangi kantor itu melalui anak tangga yang berada di samping BPMD, kemarin (23/11). Bau menyengat seperti air seni langsung menusuk hidung. Memasuki lantai satu gedung, rongsokan kayu, tedmond air, bahkan ada gawang berukuran mini di sana. Lebih seperti gudang.<br />
Di lantai dua lah Kantor Arsip Provinsi Jambi. Keadaannya hampir sama. Tumpukan arsip berada di sepanjang koridor. Ada yang tersusun rapi, ada pula yang diletakkan begitu saja. Tiga orang pegawai menyarankan langsung ke Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, di Perpustakaan Daerah Provinsi Jambi.<br />
“Di sini cuma ada kepala bidang, tapi dia sedang dinas ke (Kabupaten) Batanghari tadi. Kami tidak berani bicara apa-apa, takut salah. Lebih baik langsung ke perpustakaan saja nanti biar dari sana memerintahkan kami,” kata pegawai itu.<br />
Hasan Basri, sekretaris Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi mengatakan, lantai satu gedung arsip memang digunakan sebagai gudang bagi Pemprov Jambi. “Letaknya yang lebih rendah dan cenderung di bawah tanah, membuat lantai satu tersebut tidak sehat sebagai kantor. Makanya Kantor Arsip Daerah berada di lantai dua,” katanya saat ditemui di Perpustakaan Daerah.<br />
Dia mengatakan, saat ini hanya ada 11 pegawai yang bekerja di arsip daerah. Itu termasuk satu petugas kebersihan. Dulu mereka sempat memiliki 30 pegawai, ketika pengelolaannya digabung dengan perpustakaan daerah, pegawainya berkurang dan menjadi 10 orang.<br />
Informasi selanjutnya didapat dari Umiyati, Kasubbid Pengolahan Arsip in Aktif. Dia mengatakan, ada dua jenis arsip yaitu arsip aktif dan arsip in aktif. Arsip aktif adalah arsip yang masih digunakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Arsip ini tersimpan di SKPD masing-masing.<br />
Sedangkan arsip in aktif adalah arsip yang jarang atau tidak lagi digunakan SKPD, dan pelestariannya diserahkan pada kantor arsip. Arsip in aktif ini, akan dilakukan penyusutan dua tahun sekali melalui penilaian Jadwal Retensi Arsip atau jadwal masa simpan arsip.<br />
Dari penilaian ini nantinya akan ditentukan mana arsip yang bisa dimusnahkan, mana yang permanen atau tidak boleh dimusnahkan dan mana yang harus dinilai kembali. Arsip permanen inilah yang dikenal dengan arsip statis. “Jadi tidak semua arsip bisa disimpan selamanya. Ada yang bisa dimusnahkan dalam kurun waktu tertentu. Contoh yang tidak dimusnahkan itu adalah sejarah, peta kependudukan, peta perbatasan dan lain-lain. Sedangkan yang dapat dimusnahkan antara lain arsip keuangan dan kepegawaian. Nanti 2012 akan kami musnahkah dan itu pun ada aturan mainnya,” kata Umi.<br />
Jenis-jenis arsip yang disimpan antara lain berbentuk hard copy seperti kertas maupun berbentuk film atau VCD. Arsip tersebut dapat berupa sejarah-sejarah di Jambi, arsip SKPD seperti keuangan atau kepegawaian, bukti hukum dan masih banyak lagi.<br />
Umi mengatakan, saat ini masih banyak yang berpandangan bahwa pelestarian arsip tidak penting. Seharusnya semua arsip yang ada pada SKPD atau instansi di Jambi harus diberikan pada Kantor Arsip. Masalahnya, jika semua arsip dikumpulkan, tak ada ruangan yang cukup.<br />
“Kita sangat kekurangan ruangan. Saat ini dua ruangan untuk penyimpanan arsip sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditambah. Bahkan ruang penyimpanan saat ini juga digabung dengan ruang kerja. Seharusnya itu tidak boleh,” kata Umi.<br />
Dia mengatakan, ada aturan tersendiri dalam mengelola arsip. Itu pun hanya dipahami oleh arsiparis alias orang yang mengelola arsip. Masalahnya, saat ini kantor arsip hanya memiliki satu arsiparis.<br />
Aturan tersebut berupa cara pengemasan arsip, suhu ruangan, cara penyimpanan, kerahasian dan masih banyak lagi aturan lainnya. Aturan ini harus dijalankan agar kondisi arsip tidak cepat rusak.<br />
Di SKPD pun menurut Umi harus ada seorang arsiparis. Jika tidak, ini lah yang terjadi. SKPD mengantar arsip dalam sebuah karung. Ketika dibuka ada ‘bonus’ lain seperti sandal jepit, potongan kertas, bahkan uang receh. Saat ini, masih ada 54 karung di kantor arsip yang harus dirapikan.<br />
Umi mengakui kantor arsip sudah tidak respresentatif sebagai penyimpanan. Mulai dari cara penyimpanan, ruangan penyimpanan, semuanya sudah tidak layak. Tak banyak yang bisa diperbuat, karena memang tidak banyak yang melirik dan mengerti seberapa pentingnya arti sebuah arsip. Penting tapi tak dilirik. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=44&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2011/11/29/kantor-arsip-provinsi-jambi-gudangnya-berkas-seluruh-skpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ridaefrianie.files.wordpress.com/2011/11/rey-boks-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">rey-boks (1)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiat Warga di Tengah Tingginya Harga Minyak Tanah</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2011/11/29/kiat-warga-di-tengah-tingginya-harga-minyak-tanah/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2011/11/29/kiat-warga-di-tengah-tingginya-harga-minyak-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 09:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Ogah Pakai Gas, Lebih Memilih Pakai Solar Subsidi minyak tanah telah dicabut, dengan harapan warga menggunakan gas. Ketakutan ledakan gas menjadi penyebab utama masyarakat memilih alternatif lain, yaitu solar. Seperti apa? RIDA EFRIANI, Jelutung Masyarakat seolah dipaksa menggunakan tabung gas elpiji, dengan harga minyak tanah yang melambung tinggi. Di eceran, harga minyak tanah sampai Rp [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=41&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ogah Pakai Gas, Lebih Memilih Pakai Solar</p>
<p>Subsidi minyak tanah telah dicabut, dengan harapan warga menggunakan gas. Ketakutan ledakan gas menjadi penyebab utama masyarakat memilih alternatif lain, yaitu solar. Seperti apa?</p>
<p>RIDA EFRIANI, Jelutung</p>
<p>Masyarakat seolah dipaksa menggunakan tabung gas elpiji, dengan harga minyak tanah yang melambung tinggi. Di eceran, harga minyak tanah sampai Rp 15 ribu. Harapan agar warga beralih ke gas ternyata tak sepenuhnya terwujud. Yanti (27), ibu dua anak ini memilih tetap menggunakan kompor minyak. Bedanya, kini bahan bakar yang digunakan solar.<br />
“Waktu diputus, saya beli minyak tanah Rp 50 ribu. Tepat seminggu minyak habis, dikasih tahu tetangga pakai solar bisa. Asal sumbunya diganti,” kata istri dari Komarudin (32), kemarin (13/11).<br />
Dia yang tinggal di Jalan Guru Muchtar, RT 16, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, belum siap menggunakan minyak tanah. Rumahnya yang berada di kawasan padat penduduk, semi permanen dan berbentuk bedeng membuatnya berpikir dua kali menggunakan kompor gas 3 kg pemberian pemerintah. Gasnya dijual Rp 15 ribu.<br />
“Gasnya saja yang dijual, tabungnya tetap milik saya. Karena katanya tidak boleh dijual. Takut nanti ada pengecekan. Kalau kompornya masih ada, tapi ngeri juga mau makainya. Kayaknya dak bagus,” katanya, polos.<br />
Rasa was-was inilah yang membuat Yanti mencoba saran tetangganya, mengganti minyak tanah dengan solar. Dia mengatakan, tetangganya tahu kalau solar bisa dipakai dari tukang tekwan.<br />
“Jadi ada tukang tekwan yang bilang pakai solar bisa, tapi sumbunya diganti sumbu solar. Di pasar ada jualnya. Saya pun coba dan benar. Apinya sama saja dengan minyak tanah. Biru juga. Tapi bagusnya, sebelum dimasukkan ke kompor, <a href="http://ridaefrianie.files.wordpress.com/2011/11/f-rey-boks.jpg"><img src="http://ridaefrianie.files.wordpress.com/2011/11/f-rey-boks.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="f-rey-boks" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-42" /></a>solar dicampur dengan sedikit detergen atau kapur barus yang ditumbuk. Biar warnanya agak jernih,” kata Yanti.<br />
Yanti pun segera menunjukkan sisa sumbu kompor solar yang tidak terpakai. Jika dilihat memang sumbunya sedikit beda yang dengan sumbu minyak tanah. Sumbu solar lebih tipis dan tidak padat. Katanya, jika pakai sumbu minyak tanah, apinya tidak bagus dan sumbunya cepat habis.<br />
Sumbu tersebut dibelinya seharga Rp 35 ribu dua bundel. Satu bundel berisi sepuluh sumbu. Di beberapa warung sekitar rumahnya sudah banyak yang menjual sumbu solar. Katanya, jika langsung beli di Pasar Angsoduo, harganya bisa lebih murah sampai Rp 5ribu per bundel.<br />
Untuk lebih meyakinkan, Yanti mengajak ke dapurnya untuk memperlihatkan kompor solarnya. Sama seperti kompor minyak tanah biasa, Yanti kelihatan tidak takut kala mengisi kompornya dengan solar dan menghidupkannya. Sekitar 30 detik, api kompor tersebut sudah membiru. Birunya seperti kompor minyak tanah.<br />
“Apinya sama saja, tidak ada yang berubah. Malah kompor ini lebih hemat. Sudah seminggu saya pakai minyak lima liter yang saya beli belum habis-habis. Masih sisa sekitar 2 liter lagi,” katanya. Kini, sudah banyak tetangga Yanti yang tahu solar dapat menggantikan minyak tanah. Beberapa di antaranya sudah ada yang mau beralih ke solar.<br />
Warung sebelah rumah ibu dari dari Rido (8) dan Dinda (3) ini pun sudah ada yang jual solar eceran. Harganya sekitar Rp 5-6 ribu. Jika membeli di SPBU juga bisa. Hanya saja jumlahnya terbatas. “Tidak boleh banyak beli di SPBU. Paling bisa beli 20 liter, kalau mau beli lagi yah sorenya baru bisa beli lagi,” katanya. (*)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=41&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2011/11/29/kiat-warga-di-tengah-tingginya-harga-minyak-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ridaefrianie.files.wordpress.com/2011/11/f-rey-boks.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">f-rey-boks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Kamu Lakukan Ketika Harapanmu Telah Hilang,??</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/apa-yang-kamu-lakukan-ketika-harapanmu-telah-hilang-2/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/apa-yang-kamu-lakukan-ketika-harapanmu-telah-hilang-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Berharap , adalah sebuah hak dan mungkin menjadi sebuah kewajiban bagi kita, manusia yang tidak akan pernah mencapai kesempurnaan total. Ia dikatakan sebagai hak karena tiada seorangpun yang boleh melarang seseorang untuk berharap. Ya, karena itu adalah haknya untuk memiliki harapan. Sebaliknya ia dikatakn kewajiban karena dengan memiliki harapan itulah seseorang mempunyai motivasi dalam hidupnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=40&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Berharap , adalah sebuah hak dan mungkin menjadi sebuah kewajiban bagi kita, manusia yang tidak akan pernah mencapai kesempurnaan total. Ia dikatakan sebagai hak karena tiada seorangpun yang boleh melarang seseorang untuk<span> </span>berharap. Ya, karena itu adalah haknya untuk memiliki harapan.<span> </span>Sebaliknya ia dikatakn kewajiban karena dengan memiliki harapan itulah seseorang mempunyai motivasi dalam hidupnya. Jika seseorang tidak memiliki pengharapan maka otomatis motivasinya pun akan kurang bahkan bisa jadi tidak ada. Untuk itulah seseorang wajib untuk berharap agar ia termotivasi dalam hidupnya. Namun apa yang terjadi jika cahaya pengharapan itu sendiri telah hilang,?? Masih berhakkah ia untuk berharap,??<span> </span>Atau masih diwajibkankah ia untuk terus berharap, padahal ia sendiri<span> </span>tahu bahwa harapannya itu hanyalah NOL belaka…?? Bukankah itu sama saja dengan harapan yang sia-sia..??? Oh tidak, dengan apa aku harus menjawab semua ini,???</p>
<p class="MsoNormal">Dalam kebingunganku, kusempatkan untuk membaca kembali kumpulan<span> </span>hadist dan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang kurangkum dalam buku harianku. Kutemukan<span> </span>sebuah ayat yang kembali memberiku semangat untuk terus berharap. QS Al-Baqarah:286, “Allah tidak akan menguji seseorang melainkan dengan kesanggupannya”.</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh teduh membaca firman Tuhan satu ini. Semangatku terasa kembali membara. Kulihat sebuah pengharapan masih setia menungguku. Menunggu aku yang kukira telah jauh terjatuh. Semangatku makin kuat, ketika seseorang yang kusayaangi mengatakan.<span> </span>Bahwa orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal. Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka<span> </span>jatuh. Dan aku ingin menjadi bagian dari mereka, orang yang terkuat. (rida)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=40&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/apa-yang-kamu-lakukan-ketika-harapanmu-telah-hilang-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mana yang Lebih Dahulu, Menilai Atau Memikirkan,??</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/mana-yang-lebih-dahulu-menilai-atau-memikirkan-2/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/mana-yang-lebih-dahulu-menilai-atau-memikirkan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Duh, kayaknya ini emang pertanyaan bodoh! Dimana-mana yah berpikir dulu..setelah itu baru dech kita memutuskan ato menilai something.. ya gak,?? Tapi baru-baru ini aku mendapat pengalaman baru, yang mungkin mengingkari semua itu..Dan tentunya itu membuat aku kecewa dan sedih. Sungguh manusia itu aneh.. aneh banget.. Jangankan nilai yang mereka buat sendiri. Something yang telah ditetapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=39&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Duh, kayaknya ini emang pertanyaan bodoh! Dimana-mana yah berpikir dulu..setelah itu baru dech kita memutuskan ato menilai something.. ya gak,?? Tapi baru-baru ini aku mendapat pengalaman baru, yang mungkin mengingkari semua itu..Dan tentunya itu membuat aku kecewa dan sedih.</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh manusia itu aneh.. aneh banget.. Jangankan nilai yang mereka buat sendiri. Something yang telah ditetapkan Tuhan pun mereka langgar dengan dalih bermacam-macam. Lidah emang tak bertulang.. Aku ambil contoh seperti ini, Tuhan telah berfirman bahwasanya minuman yang memabukkan itu diharamkan. Harusnya mereka patuh..Tapi apa,?? Mereka mulai dech berargument, “Kalo gak sampai mabuk kan berarti gak haram..” Nauzubillahiminzalik.nilai yang telah dijatuhkan Tuhanpun berani mereka ingkari..Apalagi nilai yang dibuat manusia itu sendiri.</p>
<p class="MsoNormal">Kembali ke pokok permasalahan, mana yang terlebih dulu kita lakukan menilaikah,?? Atau memikirkan,?? Aku yakin semua akan menjawab, “ya berpikir dululah baru kita jatuhkan nilai..!” Pertanyaannya, tapi kok masih ada yah orang yang menilai kemudian baru berpikir tentang penilaiannya itu..??</p>
<p class="MsoNormal">Oooh sungguh, beribu kali pun orang menjelaskan padaku alasannya tetap takkan membuatku puas. Karena bagiku, telah jelas ada hitam diatas putih. Kenapa harus diingkari,?? Tapi sekali lagi kukatakan, itulah manusia. “”MANUSIA.”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=39&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/mana-yang-lebih-dahulu-menilai-atau-memikirkan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Memilih Menangis!</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/aku-memilih-menangis/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/aku-memilih-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada kehidupan tanpa airmata. Betul,?? Artinya tak ada kehidupan tanpa tangisan. Tanpa ada yang menangis atau tanpa ada yang ditangisi, Sebagian orang mengatakan menangis itu sudah kodratnya manusia, so, wajar aja jika someone itu menangis. Namun sebagian lainnya mengatakan menangis itu cemen! Cengeng! Lemah! Atau apalah yang intinya menjatuhkan martabat manusia,,(haahhh..belebay..) Emang sech jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=38&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span>Tak ada kehidupan tanpa airmata. Betul,?? Artinya tak ada kehidupan tanpa tangisan. Tanpa ada yang menangis atau tanpa ada yang ditangisi, </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Sebagian orang mengatakan menangis itu sudah kodratnya manusia, so, wajar aja jika someone itu menangis. Namun sebagian lainnya mengatakan menangis itu cemen! Cengeng! Lemah! Atau apalah yang intinya menjatuhkan martabat manusia,,(haahhh..belebay..)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Emang sech jika dipikir-pikir menangis itu gak akan pernah bisa nyelesain masalah. GAK AKAN. Mo menangis ampe jambi banjir or indonesia kena tsunamipun, gak akan selesai masalah kita kalo Cuma menangis. Namun kita juga gak bisa pungkiri bahwa menangis bisa memberikan sedikit ketenangan. Tul gak,??</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dulunya aku mencoba untuk tidak menangis. Untuk beberapa waktu, mungkin sebulan lebih, itu bisa kulakukan. But, aku gak bisa bohongi diriku. Yah bisa dikatakan seperti hujan, saat airmata itu penuh, maka airmata itu harus segera dikeluarkan, manangis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Now, belum aku temukan kepastian hidupku about menangis. Hanya saja ada sebuah kalimat yang menjadi dasar mengizinkanku menangis. “Lebih berbahaya mencucurkan airmata di dalam hati daripada air mata yang keluar dari mata kita. Airmata yang keluar dari mata kita dapat dihapus, sementara airmata yang tersembunyi, akan menggoreskan luka didalam hati yang bekasnya tidak akan pernah hilang”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>So, aku memilih untuk menangis. Gimana dengan sobat,??<strong>(rida)</strong></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=38&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/aku-memilih-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beasiswa, untuk siapa,?</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/beasiswa-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/beasiswa-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Beasiswa ya beasiswa. Setiap orang mengejarnya. Tak pandang miskin ataupun kaya. Yang namanya beasiswa tetap aja membuat semua tergiur tuk menerimanya. Tapi sebelumnya, perlu diperjelas beasiswa itu untuk siapa,?? Pelajar berprestasi atau pelajar yang kurang mampu dalam financialnya,?? Jika untuk pelajar berprestasi maka sah-sah aja kalau sipenerima orang kaya. Tapi kalau untuk pelajar kurang mampu,?? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=37&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Beasiswa ya beasiswa. Setiap orang mengejarnya. Tak pandang<span> </span>miskin ataupun kaya. Yang namanya beasiswa tetap aja membuat semua tergiur tuk menerimanya. Tapi sebelumnya, perlu diperjelas beasiswa itu untuk siapa,?? Pelajar berprestasi atau pelajar yang kurang mampu dalam financialnya,?? Jika untuk pelajar berprestasi maka sah-sah aja kalau sipenerima orang kaya. Tapi kalau untuk pelajar kurang mampu,?? si kaya juga memburunya, wajarkah ini,??</p>
<p class="MsoNormal">Sungguh, dikampusku ada fenomena yang menurutku sangat memalukan. Sobat semua tentu tahu biaya kuliah itu gak murah. Maka salah satu solusinya pemerintah dan pihak-pihak yang peduli pendidikan memberikan bantuan beasiswa kepada<span> </span>mahasiswa yang<span> </span>kesulitan dalam membiayai kuliahnya. Perlu digaris bawahi, <span style="text-decoration:underline;">YANG KESULITAN MEMBIAYAI KULIAH.</span></p>
<p class="MsoNormal">Tapi apa yang terjadi dikampusku, gak pandang miskin atau kaya, beasiswa kurang mampu diburu oleh seluruh mahasiswa. Walaupun sudah jelas salah satu syaratnya adalah adanya SURAT KURANG MAMPU. Tapi apa yang dilakukan mereka, si kaya itu,?? Mereka memilih untuk membuat surat keterangan kurang mampu walaupun sebenarnya mereka tergolong orang yang mampu or kaya. Memiliki HP model terbaru, orang tua kaya raya, bahkan ada yang kekampus memakai kendaraan roda empat. Loh kalo emang kaya kok mereka bisa mendapatkan surat keterangang kurang mampu,?? Menurut saya pertanyaan ini cukup dijawab dengan senyuman. Senyuman yang saya yakin semua mengetahui jawabannya.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Melihat kondisi seperti ini, sungguh saya merasa sangat sedih. Bukan hanya sedih karena beasiswa itu tidak tepat sasaran. Tetapi juga sedih, mengapa ada orang yang seperti itu,?? Menggunakan berbagai cara hanya untuk mendapatkan beasiswa yang sebenarnya bukan haknya.? Belum lagi ketika saya tahu beasiswa itu dipakai hanya untuk kebutuhan pribadi mereka saja. BERSENANG-SENANG. Sungguh, serasa ada duri yang menusuk di hati saya. Bersyukurlah teman, jangan ambil hak orang lain. Tuhan telah memberimu nikmat, tetapi kenapa kau mengingkarinya,??</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=37&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/beasiswa-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukanlah keelokan itu pada pakaian yang dikenakan, Melainkan pada keindahan ilmu dan akhlak</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/bukanlah-keelokan-itu-pada-pakaian-yang-dikenakan-melainkan-pada-keindahan-ilmu-dan-akhlak/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/bukanlah-keelokan-itu-pada-pakaian-yang-dikenakan-melainkan-pada-keindahan-ilmu-dan-akhlak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 05:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Yup,!! Memaknai untaian kata diatas sepertinya wajib bagi seluruh manusia. Kenapa wajib,?? Tak lain dan tak bukan, agar manusia itu tak Cuma memikirkan dandanannya saja. Memikirkan bagaimana berpakaian yang baik? Bagaimana berpakaian yang sesuai tuntunan agama. Memang benar, kebanyakan orang menilai someone itu dari pakaiannya. Jika pakaiannya rapi, kata orang kepribadiannya rapi pula. Jika pakaiannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=35&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Yup,!! Memaknai untaian kata diatas sepertinya wajib bagi seluruh manusia. Kenapa wajib,?? Tak lain dan tak bukan, agar manusia itu tak Cuma memikirkan dandanannya saja. Memikirkan bagaimana berpakaian yang baik? Bagaimana berpakaian yang sesuai tuntunan agama.</p>
<p class="MsoNormal">Memang benar, kebanyakan orang menilai someone itu dari pakaiannya. Jika pakaiannya rapi, kata orang kepribadiannya rapi pula. Jika pakaiannya itu sesuai tuntunan agama, kata orang dia taat beribadah. Tidak! Sekali lagi saya katakan tidak demikian. Jangan terlalu cepat menilai seseorang Cuma dari gaya berpakaiannya aja! Siapa yang jamin coba, seseorang yang pakaiannya “beragama” akan masuk sorga,?? Dan siapa pula yang berani jamin, seseorang yang pakaiannya “tidak beragama” akan masuk neraka,??</p>
<p class="MsoNormal">Tidak sobat.. Masih ingat kisah pelacur yang masuk sorga Cuma karena memberi makan anjing,?? Coba pikir, pakaiannya senonoh, tetapi kenapa Tuhan memilih dia sebagai salah satu ahli sorga.? Yup! Karena hatinya. Keihlasannya.</p>
<p class="MsoNormal">Banyak lagi cerita-cerita ahli sorga yang tak dilihat dari gaya berpakaiannya.</p>
<p class="MsoNormal">So, sekarang yang jadi persoalan sebenarnya bukan lagi masalah bagaimana pakaian yang kita kenakan. Bukan lagi masalah sudah “beragamakah” pakaian kita? Yang menjadi persoalan penting adalah “mengagamakan” hati kita. Membersihkan hati kita. Menjauhkannya dari penyakit-penyakit hati yang bisa merusak keseluruhan hidup kita.</p>
<p class="MsoNormal">Jangan hanya sibuk memikirkan pakaian, supaya kita dipandang baik dimata masyarakat. Jangan hanya sibuk menyempurnakan pakaian kita sehingga melupakan hal yang terpenting dari itu semua, HEART. <strong>(rida) 140508 12;09</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=35&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/05/14/bukanlah-keelokan-itu-pada-pakaian-yang-dikenakan-melainkan-pada-keindahan-ilmu-dan-akhlak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANJI KEMARIN</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/janji-kemarin/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/janji-kemarin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 05:50:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/janji-kemarin/</guid>
		<description><![CDATA[Cerpen : Rida Efriani   Sungguh tak kusangka, padahal baru kemarin aku dan dia saling bercerita. Disini, yah disini. Di koridor kelas yang bukan kelasku, juga bukan kelasnya. Aku masih ingat kejadian itu. Sore yang begitu panas, aku memilih untuk menunaikan solat ashar di musola sekolahku. Rasanya aku masih ingin berlama-lama lagi di musola. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=34&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Cerpen : Rida Efriani</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Sungguh tak kusangka, padahal baru kemarin aku dan dia saling bercerita. Disini, yah disini. Di koridor kelas yang bukan kelasku, juga bukan kelasnya. Aku masih ingat kejadian itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Sore yang begitu panas, aku memilih untuk menunaikan solat ashar di musola sekolahku. Rasanya aku masih ingin berlama-lama lagi di musola. Tapi apa daya, hari sudah semakin sore. Sudah waktunya aku pulang kerumah. Aku yakin, ibu akan menanyakan padaku, mengapa hari ini aku pulang begitu sore.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Segera sehabis solat, aku berkemas. Buku-bukuku yang berantakan di musola segera kumasukkan kembali ke dalam tas yang sudah hampir dua tahun kupakai.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Sedikit terburu-buru aku keluar dari musola dan menaiki anak tangga yang menghubungkan musola dengan koridor kelas-kelas di SMA ku. Kupercepat langkahku karena kurasa lambungku sudah sedari tadi menabuhkan genderangnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Tepat di depan lapangan basket, langkahku terhenti. Aku bertemu Dian dan Eka. Kuluangkan waktu sejenak untuk ngobrol dengan mereka. Karena aku punya janji dengan Dian, untuk mengungkap kasus pencurian Hpnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Gimana Rin, udah mau ngaku belom dia,”tanya Dian memulai pembicaraan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Aku belum sempat bicara dengannya. Tapi dari cerita kawan-kawan, emang dia yang nyuri. Dari geliatnya pun keliatan demikian..”jawabku menjelaskan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Yah jelas dia lah Rin..Siapa lagi coba..? Dia itu emang terkenal klepto.. Tapi udahlah lambat laun juga bakalan ketahuan.. Oh ya, kamu jadi gak mengangkat kejadian ini menjadi studi kasusmu dalam pelajaran sosiologi, perilaku menyimpang gitu.. Udah didiskusiin belum..?”tanyanya lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Jadi dunk. Tapi belom didiskusiin neh, rencananya hari ini..tapi bapaknya gak masuk..Mungkin Selasa depan.. Tenang aja aku akan buat dia ngaku.. Gimana kamu dah beli hp baru belom,?”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Yah belumlah.. Nyokapku gak mau beliin aku HP lagi.. Satu-satunya cara agar aku punya Hp yah dia harus balikin HP aku..Ato kalo dah dijualnya, dia harus ganti..”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Kulihat raut sedih di wajah Dian..”Iya semoga aja Hpmu bisa balik..By the way, ngapain kalian berdua masih disini..Kan udah sore..”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Kami mau latihan dance. Kebetulan ada kakak kelas yang ngajak kami gabung di team dance mereka,”jawab Eka yang sedari tadi sibuk sms-an dan membiarkan aku dan Dian bercerita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Iya Rin, tapi dari tadi kami nunggu, tuh senior gak datang-datang juga..Mana udah sore lagi..Kamu sendiri dari mana,?”tanya Dian padaku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Oh ngak, kebetulan aku habis mentoring di musola..Trus baring-baring, baca buku, solat Ashar, pulang dech..N berhubung dah sore neh, aku pulang duluan yah..”jawabku sambil berdiri dan berjalan pelan meninggalkan mereka yang kayaknya masih setia menunggu kakak kelas itu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Enak yah yang solat..”kata Dian dengan suara kecil..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Aku hanya tersenyum aja mendengar perkataannya. “Da..”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Aku berjalan meninggalkan mereka. Tak berapa jauh aku meninggalkan mereka, tiba-tiba saja aku jadi kepikiran dengan kata-kata Dian tadi. “Enak ya yang solat” begitu menggema di telingaku. Lama aku berpikir. “Loh, kenapa aku diam saja pas Dian ngomong gitu. Harusnya aku ngajak dia solat juga. Karena walau bagaimanapun mereka, mereka tetap harus solat. Balik lagi ato ngak yah,”pikirku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Aiiyh, besok aja dech..Aku harus segera pulang. Masih ada hari esok. Aku janji besok, aku bakal ngajak mereka solat juga,”bisik hatiku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Akupun segera berlalu meninggalkan mereka. Pulang kembali kerumah. Dan..sabar yah lambungku sayang..20 menit lagi dech..hehe..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">***</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Esok paginya seperti biasa hari Rabu, giliran kelas kami yang olahraga. Berhubung lapangan di sekolah kami kecil maka kami biasanya olahraga di Stasion Mini yang letaknya tepat di seberang sekolah kami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Tak ada yang aneh, semuanya berjalan normal. Seperti biasa. Sepanjang jalan menuju stadion mini kami habiskan dengan bersenda gurau. Aku tak lagi kepikiran janjiku dengan Dian.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Ternyata di stadion mini Pak Udin belum datang. Jenuh menunggu, kami memilih untuk duduk-duduk dilapangan basket stadion mini. Lesehan..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Yasinan..oy yasinan..”celetukku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Emang siapa yang meninggal Rin,”tanya salah satu temanku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Loh gak tau yah, ituloh..mmmm..siapa yah..lupa namanya..Pokoknya yasinan aja, hehe”candaku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Kontan aja semua teman-temanku tertawa.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Lama sudah kami duduk lesehan di lapangan basket itu. Ternyata Pak Udin tak datang hari ini..UUUhhh..capek deh..Kami pun segera kembali ke sekolah. Sepanjang jalan kami habiskan bersenda gurau. Itulah kami kelas X E yang terkenal nakal. Tapi kompak loh..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">***</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Memasuki gerbang sekolahan, suasana mulai berubah. Kulihat orang mondar-mandir dengan wajah yang sedih.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Ada apa ini..ada apa,”tanya temanku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Entahlah..”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">kami segera berjalan cepat menuju kelas kami. Belum sampai dikelas, kulihat orang banyak yang menangis. Aku dengar sayup-sayup, “Dian meninggal..Dian meninggal”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Haah, siapa,??”tanyaku pada salah satu orang yang melintas di dekat kami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Dian.”jawabnya singkat dan segera berlalu.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Aku terdiam. Airmataku jatuh. Belum sempat untuk bertanya lagi, tiba-tiba saja salah satu temanku pingsan. Dia adalah Eby, teman akrab Dian waktu SMP. Kami segera mengangkatnya kekelas kami.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Sambil menunggu Eby sadar, aku menangis di sampingnya. “Dian..Dian..Dian..”kataku berkali-kali dengan suara kecil. Aku menangis..Terus menangis. Temanku yang lain sibuk menenangkan aku dan menyadarkan Eby.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Eby sadar dan segera memaluk aku. Kami menangis bersama. Saat dipelukan Eby, aku ingat kejadian kemarin, yah kemarin. Beberapa jam yang lalu. Oh tidak, aku ada janji..Dian&#8230;!!!</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Tiba-tiba saja tersiar kabar bahwa Dian belum meninggal tapi masih koma di rumah sakit. Mendengar itu, rasanya masih ada secercah harapan. Aku dan Eby berusaha tenang. Kami berjalan keluar kelas bersama teman-teman yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Belum lama berjalan, aku mendengar orang berbicara bahwa Dian udah meninggal, dia kecelakaan dengan pacarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Oh tidak, rasanya tulangku remuk semua. Aku paksa untuk berjalan. Kami memutuskan untuk kerumahnya biar dapat info yang pasti.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Untungnya rumah Dian gak begitu jauh dari sekolahan. Kami hanya perlu sekali naik angkot saja. Sekitar 5 menit kami sampai di rumah Dian. Tidak tuhan..tidak..Orang sudah ramai di rumah Dian. Kudengar lantunan ayat suci al-quran dari dalam rumahnya. Segera aku masuk, tapi tidak ada Dian disana.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">“Dia lagi dalam perjalanan ke sini,”kata salah seorang yang berada dirumahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Oh, aku kembali memeluk Eby yang tetap setia di sampingku..Kami berdua terisak-isak. Bukan hanya kami, yang lainpun kulihat matanya memerah. Bahkan banyak yang tak malu untuk menangis.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Lama, lama kami menunggu. Sampai akhirnya air mataku tak mau lagi keluar. Aku hanya terdiam. Menatap kosong kedepan, rasanya aku tak percaya. Kemarin sore aku masih bicara dengannya. Oh janjiku..janji..Aku kembali menangis kala mengingat janjiku.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Dari kejauhan terdengar bunyi ambulance datang. Orang-orang segera berlarian melihat kedatangan ambulance itu. Seperti berlomba untuk melihat siapa yang pertama kali melihat mayat Dian. Sementara aku, hanya memilih duduk didepan kasur yang sengaja dipersiapkan buat Dian.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Dia datang. Dian datang dengan diangkat beberapa orang. Melihatnya, aku kembali menangis. Kudengar, ibunya menangis histeris tiada henti. Membuat suasana semakin kalut dan penuh duka.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Tak lama mayat itu dibiarkan di kasur. Karena ayahnya sudah datang dari Tangerang, langsung saja mayat itu diangkat kembali, untuk dimandikan. Aku dan Eby memilih tetap duduk tenang di samping kasurnya. Kami terdiam. Terhanyut dengan kenangan kami masing-masing.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Bahkan saat dikafani pun kami tetap duduk di situ, di dekatnya. Menyaksikan proses pengafanan. Sungguh, pagi itu ia sangat cantik. Dan sungguh ia memang cantik. Kuyakin semua orang mengakuinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Aku Cuma bisa pasrah menyaksikannya untuk yang terakhir kalinya. Bahkan mungkin aku takkan bisa mengunjunginya lagi, karena ia akan di kuburkan di Tangerang. Makanya, aku memilih untuk terus diam dirumahnya sampai mobil ambulance membawanya ke pelabuhan udara.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Courier New';">Saat sudah tak ada lagi dia dihadapanku, aku dan Eby keluar dengan wajah yang menahan tangis. Langkahku terhenti, ketika di luar aku bertemu dengan Eka. Ia melihatku sambil tersenyum..Senyum yang dipaksakan..Kulihat air matanya kembali jatuh dan sebelum air mata itu jatuh dari wajahnya aku buru-buru memeluknya..Erat&#8230;Erat sekali.. Kami menangis bersama.. Lalu tersenyum.. Berpandangan.. Menangis lagi.. dan kamu tahu, dibalik senyum kami, tersimpan kenangan indah&#8230; Kemarin..yah baru kemarin..</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=34&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/janji-kemarin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimbar Tanya</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/mimbar-tanya/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/mimbar-tanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 05:41:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/mimbar-tanya/</guid>
		<description><![CDATA[Peraduan madu itu kini tlah pahit terasa Jejak-jejak cinta pun tlah sirna Memaknai duri yang menancap dihati Menunggu waktu kan kembali warnai hari   Coba kau tebak, Apa yang akan datang?? Sebuah tanya gelisah dan kehampaan menjadi bunga mimpi Setetes airmata jadi saksi kebutaan hati   Aku ingin berlari, Mengejar mimpi yang tak pasti Jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=32&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Peraduan madu itu kini tlah pahit terasa</p>
<p class="MsoNormal">Jejak-jejak cinta pun tlah sirna</p>
<p class="MsoNormal">Memaknai duri yang menancap dihati</p>
<p class="MsoNormal">Menunggu waktu kan kembali warnai hari</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Coba kau tebak,</p>
<p class="MsoNormal">Apa yang akan datang??</p>
<p class="MsoNormal">Sebuah tanya gelisah dan kehampaan menjadi bunga mimpi</p>
<p class="MsoNormal">Setetes airmata jadi saksi kebutaan hati</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Aku ingin berlari,</p>
<p class="MsoNormal">Mengejar mimpi yang tak pasti</p>
<p class="MsoNormal">Jauh kulihat, kulihat jauh</p>
<p class="MsoNormal">Ia mununggu lalu menjauh</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Jangan tanya aku,</p>
<p class="MsoNormal">Karna akupun tak tau,</p>
<p class="MsoNormal">Dari mana duri itu?</p>
<p class="MsoNormal">Bagaimana duri itu..</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Keangkuhan kudengar jauh menjauh</p>
<p class="MsoNormal">Tapi semakin dekat,</p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal">Sekali lagi kukatakan</p>
<p class="MsoNormal">Jangan tanya aku,</p>
<p class="MsoNormal">Sebab akupun tak tahu siapa itu,??<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><b>Rida Efriani</b></p>
<p class="MsoNormal"><b>Mahasiswi FE Unja</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=32&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/04/03/mimbar-tanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Dosa Kita Belajar Dewasa</title>
		<link>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/01/04/dari-dosa-kita-belajar-dewasa/</link>
		<comments>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/01/04/dari-dosa-kita-belajar-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 10:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ridaefrianie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/01/04/dari-dosa-kita-belajar-dewasa/</guid>
		<description><![CDATA[Ada benarnya juga kalimat ini. Untaian kata yang kudapat dari membaca novel karangan Muhidin M Dahlan, Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur! Walaupun buku ini menimbulakn kotoversial, namun bagiku pribadi tidak. Buku ini cukup bermanfaat bagi kita-kita yang sedang menjari jati diri. Agar tidak tersesat tak ada salahnya, buku ini kita baca. Oh ya kembali lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=30&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Ada benarnya juga kalimat ini. Untaian kata yang kudapat dari membaca novel karangan Muhidin M Dahlan, <i>Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur!</i></p>
<p class="MsoNormal">Walaupun buku ini menimbulakn kotoversial, namun bagiku pribadi tidak. Buku ini cukup bermanfaat bagi kita-kita yang sedang menjari jati diri. Agar tidak tersesat tak ada salahnya, buku ini kita baca.</p>
<p class="MsoNormal">Oh ya kembali lagi ke topik. Entah mengapa aku jadi semangat setelah membaca untaian kata yang kusebutkan tadi. Lama aku berpikir, ternyata benar, dari sebuah dosa yang kita lakukan kita diajari untuk dewasa. Betul tidak,??</p>
<p class="MsoNormal">Dari beberapa teman yang saya sampaikan kata-kata ini, mereka juga berpendapat yang sama. Toh emang kenyataannya gitu.</p>
<p class="MsoNormal">Namun, bukan berarti untuk jadi dewasa kita harus berbuat dosa. No..no..no.. Itu artinya salah presepsi.</p>
<p class="MsoNormal">Disini maksudnya, ketika kita mampu menghikmahi setiap dosa maupun kesalahan yang kita lakukan, disaat itulah kita sedang belajar menjadi dewasa. Sedang belajar memaknai setiap tindakan yang kita lakukan.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Seorang dikatakan dewasa, ketika ia mampu mengendalikan tindakannya. Sudah mampu membedakan mana yang harus dan mana yang tidak boleh ia kerjakan. Terpenting, seorang yang mengaku sudah dewasa, harus mampu mempertanggungjawabkan lisan dan perbuatannya. Apakah kita sudah termasuk orang dewasa,?? Tanyakan pada nurani kita?</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ridaefrianie.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ridaefrianie.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ridaefrianie.wordpress.com&amp;blog=1085757&amp;post=30&amp;subd=ridaefrianie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ridaefrianie.wordpress.com/2008/01/04/dari-dosa-kita-belajar-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/36260e28bd4ae37064b2b016ee83da5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ridaefrianie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
