Yup,!! Memaknai untaian kata diatas sepertinya wajib bagi seluruh manusia. Kenapa wajib,?? Tak lain dan tak bukan, agar manusia itu tak Cuma memikirkan dandanannya saja. Memikirkan bagaimana berpakaian yang baik? Bagaimana berpakaian yang sesuai tuntunan agama.
Memang benar, kebanyakan orang menilai someone itu dari pakaiannya. Jika pakaiannya rapi, kata orang kepribadiannya rapi pula. Jika pakaiannya itu sesuai tuntunan agama, kata orang dia taat beribadah. Tidak! Sekali lagi saya katakan tidak demikian. Jangan terlalu cepat menilai seseorang Cuma dari gaya berpakaiannya aja! Siapa yang jamin coba, seseorang yang pakaiannya “beragama” akan masuk sorga,?? Dan siapa pula yang berani jamin, seseorang yang pakaiannya “tidak beragama” akan masuk neraka,??
Tidak sobat.. Masih ingat kisah pelacur yang masuk sorga Cuma karena memberi makan anjing,?? Coba pikir, pakaiannya senonoh, tetapi kenapa Tuhan memilih dia sebagai salah satu ahli sorga.? Yup! Karena hatinya. Keihlasannya.
Banyak lagi cerita-cerita ahli sorga yang tak dilihat dari gaya berpakaiannya.
So, sekarang yang jadi persoalan sebenarnya bukan lagi masalah bagaimana pakaian yang kita kenakan. Bukan lagi masalah sudah “beragamakah” pakaian kita? Yang menjadi persoalan penting adalah “mengagamakan” hati kita. Membersihkan hati kita. Menjauhkannya dari penyakit-penyakit hati yang bisa merusak keseluruhan hidup kita.
Jangan hanya sibuk memikirkan pakaian, supaya kita dipandang baik dimata masyarakat. Jangan hanya sibuk menyempurnakan pakaian kita sehingga melupakan hal yang terpenting dari itu semua, HEART. (rida) 140508 12;09

Betul bu…, setuju aku sama dirimu…, Seindah-indah pakaian adalah taqwa. Dan pakaian yang dikenakan tidak selalu berbanding lurus dengan apa yang ada dalam hatinya…,
Salam hangat,
pencerahan yg menyejukan,,,, so aku copy posting ya, makasih