Ada benarnya juga kalimat ini. Untaian kata yang kudapat dari membaca novel karangan Muhidin M Dahlan, Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur!
Walaupun buku ini menimbulakn kotoversial, namun bagiku pribadi tidak. Buku ini cukup bermanfaat bagi kita-kita yang sedang menjari jati diri. Agar tidak tersesat tak ada salahnya, buku ini kita baca.
Oh ya kembali lagi ke topik. Entah mengapa aku jadi semangat setelah membaca untaian kata yang kusebutkan tadi. Lama aku berpikir, ternyata benar, dari sebuah dosa yang kita lakukan kita diajari untuk dewasa. Betul tidak,??
Dari beberapa teman yang saya sampaikan kata-kata ini, mereka juga berpendapat yang sama. Toh emang kenyataannya gitu.
Namun, bukan berarti untuk jadi dewasa kita harus berbuat dosa. No..no..no.. Itu artinya salah presepsi.
Disini maksudnya, ketika kita mampu menghikmahi setiap dosa maupun kesalahan yang kita lakukan, disaat itulah kita sedang belajar menjadi dewasa. Sedang belajar memaknai setiap tindakan yang kita lakukan.
Seorang dikatakan dewasa, ketika ia mampu mengendalikan tindakannya. Sudah mampu membedakan mana yang harus dan mana yang tidak boleh ia kerjakan. Terpenting, seorang yang mengaku sudah dewasa, harus mampu mempertanggungjawabkan lisan dan perbuatannya. Apakah kita sudah termasuk orang dewasa,?? Tanyakan pada nurani kita?
