Esok dari Hari Ini











{Januari 4, 2008}   Dari Dosa Kita Belajar Dewasa

Ada benarnya juga kalimat ini. Untaian kata yang kudapat dari membaca novel karangan Muhidin M Dahlan, Tuhan Izinkan Aku Jadi Pelacur!

Walaupun buku ini menimbulakn kotoversial, namun bagiku pribadi tidak. Buku ini cukup bermanfaat bagi kita-kita yang sedang menjari jati diri. Agar tidak tersesat tak ada salahnya, buku ini kita baca.

Oh ya kembali lagi ke topik. Entah mengapa aku jadi semangat setelah membaca untaian kata yang kusebutkan tadi. Lama aku berpikir, ternyata benar, dari sebuah dosa yang kita lakukan kita diajari untuk dewasa. Betul tidak,??

Dari beberapa teman yang saya sampaikan kata-kata ini, mereka juga berpendapat yang sama. Toh emang kenyataannya gitu.

Namun, bukan berarti untuk jadi dewasa kita harus berbuat dosa. No..no..no.. Itu artinya salah presepsi.

Disini maksudnya, ketika kita mampu menghikmahi setiap dosa maupun kesalahan yang kita lakukan, disaat itulah kita sedang belajar menjadi dewasa. Sedang belajar memaknai setiap tindakan yang kita lakukan.

Seorang dikatakan dewasa, ketika ia mampu mengendalikan tindakannya. Sudah mampu membedakan mana yang harus dan mana yang tidak boleh ia kerjakan. Terpenting, seorang yang mengaku sudah dewasa, harus mampu mempertanggungjawabkan lisan dan perbuatannya. Apakah kita sudah termasuk orang dewasa,?? Tanyakan pada nurani kita?



{Januari 4, 2008}   Puisi-Puisi Rida

 

 

jdfysu-y-copy.jpg

 

Mengukir Kesedihan

 

Malam mati..

Aku pikir mati..

Malam jadi saksi

Bahwa kau masih ada di hati.

Senyummu memupuk wanitaku

Tawamu membangkitkan semangatku

Tapi kini semua kau renggut

Kau biarkan ku padam

Dan bersama pelangi

Kau hujamkan pisau kejantungku

Lalu kau biarkan ku mati memujaku

Saksikanlah, kan ku raih kau

Takkan ku biarkan cahayaku hilang

Takkan ku biarkan ku kembali padam

Jika kau hilang, maka

Biarkan aku jadi bayangan

Dan kawan menjadi kenangan

 

Jambi, 221609:151107

 

 

Telah Hancur

 

Ku rampungkan kegelisahan

Dalam cawan kesedihan

Luka menganga

Kan terus menganga

 

Kristal-kristal kegelisahan tertanam sudah

Membuat amarah makin memerah

Kini jiwa tersingkap air mata

Hanya badan sendirian merasa

 

Jambi, 160649

 

 

 

 

Moh!!

 

Aku suka, moh!

Aku jatuh cinta, moh!

Aku gila, moh!

Aku kaku, moh!

Ragu..

Bingung..

Termenung..

Moh!!!!

 

Unja, medium November



{Januari 4, 2008}   I am Sorry Friends…

 asf.jpg

 

 

 

 

TAk pernah terpikirkan olehku sebelumnya untuk menjauhi orang yang aku sayangi bahkan aku cintai. Tapi itulah aku, jika aku mulai sakit hati, entah mengapa hanya jalan ini yang terpikirkan oleh otakku yang kini mulai banyak beban tugas kuliah.  Uh,! Sampai sekarang aku masih bingung, salahkah caraku…

Iniatelly, I thing to always experience day with all of you. But in the reality, I am wrong. Bicker frequently draw near our friendship. Forgive me friends, if after this we seldom together. Coz I love all of you and I don’t willing to there is bickering again among us. Which is on finally will make us break and each other is inimical. I will experience my day again, correcting all. With or without you. Coz, fighting for my life is myself. I hope you enunciated..(duh maaf neh,bahasa inggrisnya berantakan bin kacau balau, hehe..)

Yup! Mungkin ini adalah bawaan diriku. Emang seingatku, dari jaman rok merah ampe sekarang gak pake seragam sekolah lagi, aku tuh emang getto.. Pernah seh waktu jaman putih abu-abu, neh sifat bisa aku kendaliin.tapi gak tau napa sekarang muncul lagi,uh!

But, I think that is my life. everyone surely have character which different each other. But we don’t only can surrender with existing fact. wrong, wrong be really. As possible we lessen it. And real correct, fight for! And with me. Downright, I am rather than liking to experience all thesely. Surely there is heavy feeling in my heart. And I hope in a moment I can control all these and become high minded someone. To all of you, I am only can tell to forgive me…



 

pic8.jpg

 

Andaikan ku dapat..mengungkapkan, perasaanku..hingga membuat.. kau percaya..

Uh! Lagu yang dibawakan D’cinnamons ini begitu ngena bagi kita-kita yang memendan rasa! Memang berat tuk ungkapkan perasaan dihati kita, tapi apa semua hanya akan jadi cinta dalam hati kita,?? Seperti yang dilantunkan oleh grup band Ungu itu,?? Atau bisa juga berakhir seperti ending film cintapocino?? Duh, pilih yang mana yah,???

mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu

Jujur, rasanya berat banget buat ngejalani saran si Ungu satu ini. Betapa tidak, siapa sech yang bisa dan rela ngelakuin hal seperti itu,?? Mungkin ada, namun sampai sekarang aku belum menemukannya. Lisan kita boleh saja bilang, “asal dia bahagia, aku seneng kok!.” Tapi faktanya bro! hati merintih.. Rasanya teriris pisau yang sudah karatan..

Menjadi seorang secret anmire mungkin salah satu solusi. Memandang dari kejauhan.. Menulis ceritanya di diary sepanjang jalan kenangan..(loh?) Dan kalau lagi berani, kirim sms tiap malam. Bahkan puisipun turut dikirimkan. Tapi apa harus seperti ini selamanya??? SELAMANYA???

Dipendam, sakit rasanya.. Di ungkapkan, dimana men harga diri kita! Fiuh! Baiknya buang jauh-jauh dech tuh rasa… (walo jujur..susah juga..hehe)

But, ada yang bilang.. Menyakitkan bila kita mencintai seseorang namun dia tidak mencintai kita.. Namun lebih menyakitkan lagi bila kita mencintai seseorang namun kita tidak mempunyai keberanian untuk mengungkapkannya.

So, pilih yang mana nech,???



dan lain-lain