Ketika ditanya apa yang paling jauh dari kita, apa yang akan kita jawab,?? Jarak,? Hati,? Atau masih ada yang mengatakan luar angkasa itu jauh,?? Sungguh ini sebuah kekeliruan..
Ketika jarak dikatakan jauh, ternyata ada obatnya. Telah ditemukan pesawat terbang yang mampu membuat bumi ini terasa begitu kecil. Tinggal di Jakarta, makan malam di Singapura atau Kuliah di China bukanlah hal yang mustahil. Semua dapat ditempuh dengan sangat mudah..
Ketika hati dikatakan jauh.. Ternyata masih dapat ditemukan obatnya. Yakni dengan kasih sayang. Cinta mampu meluluhkan kerenggangan hati kita.
Dan ketika luar angkasa dikatakan jauh, ternyata kini itu tak mustahil lagi. Terbukti, sudah ada yang menjajaki bulan dan kini sedang dikembangkan pula supaya manusia dapat hidup di planet lain, Mars misalnya.
Terbukti, ternyata semua yang slama ini kita katakan jauh telah ditemukan ramuan untuk kedekatannya. Lalu apakah yang sebenarnya paling jauh diantara kita,?
Yup! Sesungguhnya yang paling jauh dari kita itu adalah masa lalu. Mengapa demikian,? Sampai saat ini belum ada dan tidak akan pernah ada teknologi yang bisa mengembalikan waktu. Atau setidaknya memutar waktu atau memperbaiki masa lalu. Apa yang telah terjadi itu terjadilah.
Oleh sebab itulah, masa lalu dikatakan oleh Rasullullah SAW adalah hal yang paling jauh. Kita tidak akan bisa kembali kemasa lalu. Kitapun tidak bisa memperbaiki masa lalu kita. Yang bisa kita lakukan hanya belajar dari masa lalu kita dan menjadikannya spion kehidupan.
