Esok dari Hari Ini











Dalam bersahabat, kita emang gak boleh pandang bulu.. Ntah itu bulu roma, bulu mata atau bulu apapun itu, hehehe… Gak lagi, just kidding.! Maksudnya ntu kita gak boleh milih-milih teman,, Kaya ataupun miskin. Tua ataupun muda.. Bahkan masalah genderpun gak boleh jadi jurang pemisah dalam menjalin sebuah persahabatan. Setuju gak?

Jalinlah terus persahabatan, sama siapapun. Menjalin persahabatan bisa juga dijadikan hobi. Tapi, pernahkah terpikir oleh sobat semua kalo dua orang yang berbeda jenis dapat menimbulkan cinta dan kasih sayang.

Mungkin ini bukan hal baru, karena banyak kisah yang bisa kita lihat. Sebuah persahabatan bisa menimbulkan benih-benih kasih. Takut??? Ini alamiah, karena mungkin ada kecocokan dan saling membutuhkan satu sama lainnya.

Tapi apakah ini akan merusak persahabatan yang dibina? Tergantung kitanya, apakah bisa bersikap dewasa dalam menghadapinya. Maksudnya bisakah menerima perubahan perasaan yang terjadi. Kalo salah satu gak siap, persahabatan yang dibina memang bisa hancur berantakan dalam sekejap mata.

Gak semua tentunya yang begitu, tergantung kita. Bisa atau gak menahan rasa yang ada. Sehigga gak melanggar komitmen. Semua itu tergantung bagaimana cara kita menjaga hati kita. Kapan waktunya bersahabat n kapan waktunya untuk “bukan bersahabat”. Kita kudu bisa ngebedain mana rasa sayang kesahabat n mana rasa sayang ke yang lain. Jangan disamakan semua. Kalo disamakan semuanya itulah yang menimbulkan benih-benih cinta..

Sadar ataupun nggak, lamabat laun kita akan belajar menjadi playboy ataupun playgirl.. Gak mau demikiankan,,??? So, mulai sekarang jaga hati!



{Mei 13, 2007}   TEman yang Baik Adalah

SEorang sahabatku, kakakku plus sudah kuanggap sebagai saudaraku, bang syur alias bang surtan independent, pernah mengirimkanbu sebuah tulisan. begini

” Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita
berpikir kalau seorang
teman yang baik adalah teman yang meminjamkan
krayon warna merah
ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.

Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa
seorang teman yang baik
adalah teman yang mau menemani kita ke toilet,
menggandeng tangan kita
sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan
siangnya dengan kita
ketika kita lupa membawanya.

Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau
seorang teman yang
baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya
pada kita, pergi
bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.

Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik
adalah teman yang
mengajak kita mengendarai mobil barunya,
meyakinkan orang tua kita
kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau
mendengar kisah sedih saat
kita putus dari pacar.

Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang
teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama
di saat-saat sulit kita, membuat kita
merasa aman melalui masa-masa seperti apapun,
meyakinkan kita kalau
kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.

Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita
menemukan kalau seorang teman yang baik adalah
teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang
baik, merangkul ketika kita menghadapi
masalah yang menakutkan,
membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang
hanya mau mengambil
keuntungan dari kita, menegur ketika kita
melalaikan sesuatu,
mengingatkan ketika kita lupa, membantu
meningkatkan percaya diri
kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang
lebih baik, dan
terlebih lagi… menerima diri kita apa adanya…”

dduuh, ngena banget dech bagiku..

gimana menurut sobat semua,??



Mereka bilang aku ini aneh… Masa’, ketika ditanya aku mau jadi apa kedepannya, aku tak mampu menjawabnya. Malah jadi bingung dan kepikiran terus. Mereka bilang, aku harus sudah memikirkan masa depanku dari sekarang. Ntah itu soal pendidikan, pekerjaan atau mungkin jodoh.

Emang sich, kalo dipikir-pikir, aku belum memikirkan sampai segitu. Aku saja heran, kok temanku mau habis-habisan berjuang supaya masuk universitas dan masuk fakultas yang ia inginkan..??? Ada juga temanku yang “ngebet” banget masuk ini atau jadi itu,?? Nah, sedangkan aku?? Cuma ngikut atau mungkin ngekor dari belakang, hehe..

Jalani saja, seperti biasa, itu bisik hati kecilku. Makanya, aku Cuma menjalani apa yang ada. Kadang berharap atau berkhayal juga sich,, Cuma kata seseorang, bayanag-bayang itu sepanjang badan. Makanya kini aku tak mau berlebihan, jalani saja. Cuma itu!

Aku lihat, teman-temanku begitu semangatnya mengejar perguruan tinggi impiannya. Buat jadi dokter, katanya.. Baguslah… Nah, sementara aku, milih jurusan kuliah, tapi belum tau mau apa kedepannya.. Jadi pusing sendiri…

Saat ini, modalku Cuma satu, jalani saja.. Tapi aku berharap kedepannya, aku mendapatkan modal yang lain. Karena aku tahu betul, “jalani saja” itu bukan modal yang bersemangat tapi loyo… Aku ngaku kok!

Tapi kini, aku mulai berbenah diri. Persiapkan mental menginjak dunia yang katanya, dewasa. Tak mau begini-begini terus. Harus ada yang diprioritaskan dan kejelasan, mau jadi apa aku kedepannya. Tentunya sobat juga demikian kan,?? Jika tidak, sama-sama yok memprioritaskan diri sejak dini,! Demi keberhasilan kita kini dan nanti.



{Mei 12, 2007}   hari ini gw perpisahan

jujur, gw sedih banget rasanya,,

 

gimana nggak, gw harus berpisah ma teman” yang gw sayangi,

dan gw harus akhiri masa sma gw

tap apa hendak dikata,

the show must go on..

gak mungkinkan gw sma trus,??

gw tau kok, masa sma itu masa yang paling indah,

n masa yang paling sulit dilupain, karena pada masa inilah kita belajar dan mencari jati diri,

but, tetap aja sedih klo harus pisah ma mereka dan kita kudu beradaptasi lagi,, dduuh capek dech,,

tadi aja gw ampe gak bsia nahan neh air mata..

tapi udah deh, semua dah berlalu, masa depan gw ge nunggu, dan masih banyak yang harus gw lakuin kdepannya

gw berharap seh, gw ma teman” tetap sobatan…

ampe nenek n kakek”

ntar klo ada yang sukses bantuin yang gak sukses..

pokoknya kita kudu kayak sma lagi..

walo kita jauh, gw pengin hati kita tetap satu.

gw pengin persahabatn kita gak bakaln putus..

coz i will always love you, fren..

 



{Mei 10, 2007}   Marah Gak Dilarang Kok!

angry-okw.gif

Marah. Siapapun boleh saja marah. Sah-sah saja. UU yang ngelarang kita buat marahpun belum ada rencana untuk ngerancangnya. So, marahlah sebelum marah itu dilarang. Hehe…

Dengan diperbolehkannya marah, bukan berarti kita bisa marah seenaknya saja. Marah sampai berhari-hari bahkan sampai bejenggot. Hohoho. . . Tapi marahlah dengan wajar,. Jangan berlebihan. Karena setiap sesuatu yang berlebihan itu adalah temannya setan. Mang mau ketika kita marah besar, kita jadi sohibnya setan??? Nggakkan?? Makanya, kalau marah, marah kecil-kecilan aja. Jangan besar-besar. Ampe-ampe jadi dendam kesumat. Jangan ya,..

Masalahnya sekarang, gimana cara kita gak marah besar? Sementara ada sesuatu yang pantas membuat kita jadi benar-benar marah. Hayoo, gimana dunkz?? Jadi bingung.. kan wajar kalau kita marah..

Satu hal yang mesti kita ingat dan tanamkan dalam hati kecil kita. Marah gak dilarang. Tapi, kita harus bisa mengontrol marah kita. Jangan sampai kemarahan dan emosi yang meledak-ledak menguasai diri kita. Hingga membuat kita gelap mata dan berbuat diluar batas.

Buatlah target seberapa lama kita marah. Misalnya kalau masalahnya ringan, kita hanya marah beberapa jam atau gak paling lama sehari. Kalau masalahnya amat berat, kita boleh marah sampai berhari-hari. Tapi gak boleh lebih dari tiga hari. Nah, diwaktu-waktu yang boleh kita marah inilah, kita marah sepuas-puasny (tapi mesti tetap dikontrol). Kalau harinya sudah lewat, maka stabilkan lagi diri kita. Emosi di normalakan. Lupakan yang telah terjadi. Yang lalu biarlah berlalu. Sekarang kita mulai lagi lembaran baru yang masih bersih. Biarlah yang kemarin itu menjadi pelajaran bagi kita. Pandai-pandailah mengambil hikmah dari setiap kemarahan kita itu.

Nah,.. kalau beginikan gak akan lagi yang namanya dendam kesumat. Gak ada lagi dendam sampai mati. Ataupun sampai dendam 7 turunan (kayak di TiVi-TiVi tu na…). Dendan sampai ke anak cucu. Kan kasian, buyutnya yang dendam, eh… malah cicit yang dapat menderita. Padala cicit gak tau apa-apaloh!!!

Saya yakin, Insya Allah kalau kita sudah bisa mengendalikan marah kita, buat skedul marah kita, kita akan selalu hidup dengan damai. Musuhan gak lama-lama. Bahkan bisa jadi negara ini juga aman dan damai. Tapi kalau semua warganya mengikuti peraturan marah…



dan lain-lain